Kamu Yang Terbaik

Standar

Kadang aku sering bertanya sendiri …
Kenapa yah, kamu kok yang dikirim Allah untuk jadi suamiku?
Padahal kita kan punya banyak banget perbedaan

Misalnya :

Soal makanan

Aku suka tempe, kamu suka tahu
Aku suka ati ayam, kamu suka ampela ayam
Aku suka kacang, kamu suka teri
Aku suka kuning telur, kamu suka putihnya
Aku suka mie goreng, kamu suka nasi goreng
Aku suka bagian buntut ikan kamu suka bagian kepalanya

Hmmm … tapi ada bagusnya juga sih, jadi kita ga akan berebutan soal makan yah, semuanya kemakan, ga ada yang mubazir …

Selain itu, perbedaan makanan favorit kita ternyata bisa di kombinasikan yah, misalnya sambel goreng teri kacang, atau sambel goreng ati ampela

Soal cita rasa makanan

Aku suka yang spicy (berbumbu) kamu ga suka makanan yang bumbunya lebay. Karenanya kita punya 2 warung nasi goreng yang berbeda. 1 yang sesuai seleraku, satunya lagi yang sesuai seleramu.
Aku ga suka makanan yang terlalu pedas, sedangkan kamu suka complain, kok aku ga pernah ngulek sambel. Jadi kalo kita makan di warung padang, sambel ijonya suka kamu ambilin
Aku suka yang banyak bawang merah dan putihnya, sedangkan kalo kamu nemuin irisan bawang merah or putih di piringmu, kamu pasti akan menyisihkannya ke pinggir piring.

Gambaran cita rasa makanan ini sesuai sekali dengan karakter kita yah.
Aku seperti makanan berspicy itu, selalu berlebihan dalam merespon sesuatu, sangat ekspresif, temperamental, emosian
Sedangkan kamu sebaliknya, cenderung tenang, pandai mengendalikan diri, pintar memilih respon yang tepat
Jadi … selama 5 tahun pernikahan kita ini, kamu berhasil membentukku.
Sekarang, aku nyaris ga pernah ngomel panjang lebar lagi, udah jarang bentak2, lebih tenang, lebih sabar, ga suka banting2 barang lagi kalo kesel, ga pernah lagi teriak2 histeris kalo lagi marah …

Soal Masakan

Wah, ternyata kamu bisa masak juga yah. Walaupun cita rasanya enggak banget di lidahku, tapi kamu pandai menyajikan hasil racikanmu itu menjadi sedap di pandang mata.
Kebalikan dari kamu, aku cenderung lebih asal untuk penataan masakan, ga ada unsur seni or artistiknya lah … hihihihi

Pernah suatu ketika, aku lagi ga enak badan. Dan memutuskan untuk terus di tempat tidur sampe matahari bergerak lebih tinggi. Pagi2 kamu udah ngilang, tapi terdengar bunyi kelontangan di dapur. Ehmmm … ku tebak itu kamu, ga mungkin tikus seberisik itu … hihihi
Tak seberapa lama, kamu datang dengan sepiring nasi. Ga tanggung-tanggung, nasinya berbentuk love, dengan irisan daging di atasnya dan hiasan jeruk di pinggir2nya sebagai garnis. Cantik sekali sayang … aku sampe ga tega buat makannya …


Soal ciri fisik

Lah, yang ini mah ga usah di omongin lagi yah. Kamu laki2 dengan kelaki-lakianmu dan aku wanita dengan kewanitaanku.
Selain itu, ciri fisik kita bener2 saling berlawanan …
Matamu belo, bibirmu tebel, kulitmu hitam, rambutmu bergelombang. Satu persamaan dari ciri fisik kita hanyalah hidung yang sama2 tinggi …
Kadang iseng suka ngebayangin, anak-anak kita nanti kaya apa yah bentuknya, jangan2 belang2, atu hitam, atunya lagi berkulit putih. Ada yang bermata belo, ada yang matanya kecil. Ada yang bibirnya tebel, yang lainnya bibirnya tipis … hihihi ….
Karenanya aku sering berdo’a, Ya Allah semoga gen ku lebih kuat dibanding kamu, ga kebayang aku, punya anak matanya belo dan bibir yang tebel plus rambut kribo, hitam pula. Biarlah yang diwariskan hanya hidungmu yang tinggi aja deh. Selebihnya, mudah-mudahan ngikut gen ku … wkwkwkwk … maaf ya mas …

Tapi … percayalah, kalo buah cinta kita hadir, apapun bentuknya pasti akan aku terima , itu kan hasil perbaduan dari kamu dan aku …

Soal tontonan

Aku suka nonton film horor, kamu sukanya film triller or drama suspence (yang banyak mikirnya)
Inget ga, waktu aku paksa kamu nonton film ‘Soul’ nya Marcella Zalianty, kamu tidur di bioskop, bikin aku dongkol setengah mati … wkwkwkwkwk. Ketika aku tanya alasanmu, kamu bilang, “aku takut jadi penakut”
Wah, bener juga yah, gara-gara sering nonton film horor, aku jadi sering ketakutan sendiri membayangkan hantu2 yang seperti kulihat di film itu bermunculan, baguslah … kurasa itu juga didikan yang baik dari orang tuamu, kelak akan kita turunkan ke anak kita …

Jadi inget deh waktu kita salah memilih film di bioskop, kita kirain film aksi, ga taunya film misteri yang horor banget, kita berdua stress banget nontonnya yah, begitu keluar dari gedung bioskop baru narik napas lega dan ketawa ngakak berdua, ngebayangin ekspresi kita saat nonton film itu … ampuuuunn daah … ‘sampe pingin pipis dicelana ‘katamu … wkwkwkwkwkwk ….

Di lain waktu, kita nonton film yang kamu pilih, filmnya berat banget, apa yah judulnya aku sampe lupa. Pokoknya aku ga ngerti sama sekali deh jalan ceritanya, berulang kali nanya ke kamu, “Mas itu kok gini, itu kok gitu?” Sampe2 pasangan yang duduk di samping kita melirik sadis ke arahku. Akhirnya aku memutuskan untuk diam menonton dan berusaha mengerti alur ceritanya sambil berkali2 menguap. Di luar bioskop, baru aku memberondong kamu dengan pertanyaan2 itu lagi, dan minta kamu ceritain lagi dari awal … hihihi …

Tapi, walaupun jenis tontonan kita berbeda, kita punya satu kesamaan penting … sama2 suka nonton …

Soal bacaan

Aku suka baca kamu suka mendongeng.
Aku punya beberapa koleksi buku2 bagus, tapi sayang kamu ga suka baca.
Waktu heboh novel ‘Laskar Pelangi’nya Andrea Hirata, kamu minta aku ceritain seluruh isi novelnya. Maka dengan suka cita aku ceritain semua seluk beluk kehidupan ‘Si Ikal’ di pulau Belitong itu. Besokannya kamu berkoar2 cerita tentang novel itu di depan murid2mu seolah2 kamu udah baca novel itu … wkwkwkwk

Walaupun kamu ga suka baca buku, tapi kamu pandai mendongeng.
Kalo aku lagi gelisah ga bisa tidur, kamu akan elus dahiku lalu bercerita, yang paling ku ingat cerita karanganmu sendiri tentang si kancil dan singa … once upon the time …. begitu kamu mengawali ceritamu. Seperti anak kecil, aku menikmati dongengmu, rasanya lebih tenang, karenanya aku langsung terlelap, terus mimpi jadi kancil dan kamu jadi singa … ngejar2 aku di dalam hutan …. hihihi

Seumur2 aku ga pernah di dongengin sama ortunya, setelah dewasa dan jadi guru, aku tau manfaat mendongeng itu besar sekali untuk membentuk character building anak. Aku sendiri baru merasakan betapa senangnya di dongengin sama kamu. Tapiiiii … besok2 dongengnya tentang cerita sahabat nabi ya mas …

Soal menyikapi hidup

Namanya orang itu kan selalu aja merasa ga puas yah, terus banyak mengeluh dan kurang bersyukur.
Aku jadi inget, dulu waktu kita penganten baru, harapannya kan bakal jadi penganten baru yang happy, yang banyak duit, yang sudah tersedia segala keperluan rumah tangganya, yang sudah lengkap perabot rumahnya …
Tapi betapa terkejutnya aku …
Rumah besar yang kau kontrak untuk hidup penganten baru kita, belum ada barang-barangnya.
Modal awal rumah tangga kita cuma sebuah spring bed ukuran king, tanpa guling dan bantal (malam pertama hanya berbantalkan buntelan sajadah, mukena dan sarung … xixixixi)

Di dapur hanya ada seonggok kompor penuh jelaga nan berkarat yang kamu culik dari dapur ibumu dan sebuah panci kecil berkuping satu yang sudah penyok2. (wkwkwkwk … sumpah aku ketawa geli inget panci dan kompor itu … )
Setiap sepekan sekali aku harus membersihkan dan mencabuti sumbu2 kompor minyak tanah itu, supaya nyala apinya bisa lebih biru …
Oooh … mana dia kompor gas, kulkas dan mesin cuci yang ada di dalam mimpiku saat jadi penganten baru??? ….

Untuk keuangan, gajimu bulan itu ternyata ikut habis untuk urusan pesta resepsi pernikahan kita,
Waduuuhh, nangislah aku waktu itu. Ternyata kita terlalu ribet ngurusin pesta resepsi dan luput memikirkan persiapan untuk rumah tangga kita yang sebenarnya.
Untung kita masih penganten baru dan orang tua kita dekat, jadi untuk urusan makan ga ribet, bisa gantian makan di rumah ibuku atau ibumu …
Tapi, namanya juga baru jadi istri, pengen jugalah memasak untuk suami, maka kamu dengan suka cita memborong sembako di koperasi tempatmu bekerja … dan menu nasi hangat, telor, sarden serta mie menjadi makanan favorit kita untuk beberapa waktu.
Sampai akhirnya aku bosan dan mengeluhlah … tak seharusnya begini nasib penganten baru …

Tau tentang gundahku, dengan sabar dan lembut kamu memelukku lalu bilang, “Icha sayangku, bersabar dan bersyukurlah. Kita punya rumah yang layak untuk berlindung walaupun masih ngontrak, kita masih punya koperasi yang bisa dimanfaatkan kalo kepepet, masih bisa makan kan walaupun menunya itu2 aja, kalau kamu bosan yuk kita kerumah mamah. Dan yang paling harus kamu syukuri, kita sekarang bersama dan aku sangat mencintaimu… jadi jangan mengeluh yaa, kita hadapi aja ini semua berdua, ” Duuuhh … mana bisa marah aku kalo begitu …

Untuk pertama kalinya, kamu mengajarkan aku untuk bersyukur dan tidak mengeluh dengan kondisi yang ada …

Selanjutnya, kamu sering dapat rezeki mendadak, kadang bawa uang Rp 10.000,- dan dengan sumringah kamu memberikannya kepadaku, aku … sangat terenyuh … ooohh apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan uang Rp 10.000 ini? Dan setelah hampir sepekan lebih hanya pegang beberapa ribu, uang Rp 10.000 ini kok ya rasanya besar sekali. Apalagi ketika kamu dapat uang yang lebih banyak, Rp. 100.000,- ga mikir panjang lagi, kamu langsung bawa aku makan keluar, terus nonton … hahahaha …

Sejak saat itu, rasanya aku akan bisa menerima berapapun nafkah yang kamu berikan untukku …

Soal kita

Kamu, kadang kurasa kamu terlalu memberikan aku kebebasan, tapi itu karena kamu tau, belasan tahun aku dipingit orang tuaku, kamu tau kebutuhanku untuk menghirup udara bebas. Dan menghentikanku di saat aku sedang menikmati sesuatu itu sama saja mengambil makanan kesukaan singa betina, dan kamu tau itu, makanya kamu lebih memilih melihat dan mengawasi sampai ‘si singa betina’ ini bosan dengan makanannya.

Kamu, kadang kurasa kamu tak pernah memihakku saat aku curhat tentang masalah-masalah di tempat kerja. Selalu saja menyalahkan sikapku. Tapi setelah masalah itu berlalu, aku baru menyadari, apa yang kamu bilang ternyata benar, saranmu ternyata tepat dan kamu tidak memihakku karena kamu mau membentukku jadi pribadi yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai masalah.

Kamu, sering menjadi sumber inspirasiku, kamu mengajariku banyak hal. Aku punya keahlian, prestasi dan karya itu juga berkat kamu yang selalu mendorongku untuk selalu belajar, belajar dan belajar. Kamu sediain semua fasilitasnya, tinggal bilang aja, “Mas aku perlu ini …. ” Alakadabra … ga perlu lama2 … tau2 sudah ada aja barang yang ku butuhkan itu.

Aku jadi ingat sebuah ungkapan ….

“Tuhan tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Tuhan memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu”.

Sampai saat ini …
Kita telah tumbuh bersama …
Dan harus ku akui …
Kamu adalah pasangan yang terbaik untukku …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s