Ketika Sepi Mendera

Standar

Apa yang dapat kuceritakan tentang sepi ini???

Apakah cukup kuwakili dengan sebuah ilustrasi seperti ini …

Pulang kerja dalam keadaan lelah …

Turun dari angkot tepat di depan rumah, memandang sesaat bangunan 2 lantai bercat abu-abu itu. Kecil mungil saja tanpa taman kecuali beberapa pot tanaman titipan dari mertua.

Berjalan perlahan menghampiri pintu kayu hitamnya, korek-korek tas mencari segerenceng kunci-kunci. Ketemu … ceklek … ceklek … sedikit seret tapi akhirnya bisa terbuka juga …

“Assalammu’alaikum … aku pulaaanggg …” ……………

Apa yang kau harapkan sama seperti yang kuharapkan …

Berharap ada yang menyambut tentu saja … tapi itu tidak terjadi …

Hanya kesunyian yang menghadang … selalu begitu setiap kali ku buka pintu itu selama lima tahun ini.

Berikutnya dia tetap setia menguntitku dari ruang ke ruang … dari waktu ke waktu …

Menghantui …

Menggerogoti …

Menumpahkan air mata …

Menyesakkan dada …

Huuuffffffffff … dengan apa ku usir sepi ini ???

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s