Episode Ruangan Mungil Part 1

Standar

Selasa, 21 Juli 2009

Pagiku cerahku

Matahari bersinar

Kujinjing tas koala ku … dipundak …

Selamat pagiiiii

Yuuuhuuuu … hari ini mulai aktif kerja nie dan juga mulai resmi menempati ruangan baru … cie … cie … iya nih, kan sekarang aku ga cuma ngajar tok tapi juga punya amanah baru sebagai Koordinator Pusat Sumber Belajar. Naaahhh .. karena sekarang aku ga pegang kelas, dalam artian ga lagi jadi wali kelas maupun guru kelas, tapi just guru bidang studi TIK untuk kelas 4, 5 dan 6 plus amanah baru itu tadi, jadinya aku ga punya ruangan deh. Maka merengeklah aku sama wakasek sarana prasarana … minta dibikinin tempat tongkrongan plus fasilitas kompi n internet.

Kenapa aku musti merengek-rengek? Coz … di skul tempat aku ngajar itu, ga punya ruang kantor tempat guru-guru ngumpul. Guru-guru punya space sendiri di pojok kelasnya dengan fasilitas satu kompi satu kelas. Ga mungkin kan aku nebeng-nebeng minta belas kasihan ma guru-guru supaya di ijinin pake kompi di kelasnya, secara aku ini maniac kompi n internet … kalo make kompi pastinya ga cukup sejam duajam … wualaaahh … bisa diomelin plus diusir dah aku … Huhuhuhu …

Alhamdulillah, setelah libur kemaren, rupanya wakasek sarana prasarana yang berperasaan … kasian dan akhirnya mengabulkan rengekanku, maka terciptalah sebuah ruangan untukku dan tiga rekan guru fungsional laennya (maksudnya yang ga kebagian jadi wali kelas n guru kelas dan di amanahi fungsi laen gitcu …). Ruangannya mungil banget deh, kata rekan-rekan ruangan itu cocok untuk aku, “Ruangan mungil untuk si mungil.” … hehehehe …Ruangan 2,5×2,5 m persegi itu akan dihuni oleh 3 guru fungsional, aku, Bu Mety dan Bu Sari.

Tapi hari ini aku cuma mojok berduaan aja ma Bu Mety, Bu Sari katanya sih lagi sakit makanya ga masuk kerja. Karena kami berdua ga ngurusin kelas, maka kamipun menyibukkan diri sendiri, Bu Mety asyik eMPe-an sedangkan aku asyik MimPi-an … maksudnya berimajinasi lah (kata laen dari ngayal) … Hmmm … enaknya gimana yah??? Itu dibuat begini …. Ini dibuat begitu … Hmmmm

Ngomong-ngomong tentang ruangan, rupa-rupanya ruangan ini mengundang rasa penasaran makhluk-makhluk penghuni skull. Sampai sepagi ini, sudah ada beberapa orang yang datang berkunjung ke ruangan kami dengan tujuan sebagai berikut : (Catat dan hafalkan … akan keluar dalam UN taon depan … hihihihi)

3 orang mau beli permen (disangka koperasi sekolah pindah kemari)

1 orang mau beli nasi uduk (dia pikir saya nyambi jualan sarapan)

1 orang kebelet pipis (emangnya toileeet … huhuhu sangking mungilnya nie ruangan)

2 orang numpang ngadem (makhlum ruangan mungil nya full AC – Angin Cepoi-cepoi)

Banyak orang just celingak-celinguk mo tau kegiatan makhluk-makhluk aneh penghuni ruangan … sambil bertanya, “Ruangan apa yaaa iniii??“ … Hayyaaaa … keliatannya seperti apa toh nduukkk … mirip gudang kah or sarang teroris ??? …

1 orang konsultasi kesehatan dengan keluhan : Pala melilit, perut pusing, gigi gatel dan idung cenut, cenut … hmmm … naga-naganya dia menderita inpeksi saluran kencing tuh …. xixixixixi

1 orang maen loncat-loncatan … jiaaaaaaa dikirain taman kanak-kanak kaleee …

Hmmm … udah punya ruangan tapi blom punya kompi. Bu Meti n Bu Sari sih enak punya laptop, nah akuuuu … ga bisa ol ga bisa kerja tanpa kompi …mati gaya banget deh. Untuk menghilangkan kejemuan … maka jadilah aku seperti kodok, lompat kesana kemari. Yang paling enak sih lompat ke perpustakaan. Ruangan baru perpust itu cozy banget deh, di sana aku menemukan sofa panjang yang nyaman n menggoda untuk direbahi. Sangking nyamannya, aku pernah ketiduran disituh. Kata bu Eius petugas perpus, lagi asyik-asyiknya ngobrol … tau-tau aku diem dan mengalunkan sebuah harmoni endah …zzzzz … ngik ….zzzzzz …. Ngik … zzzzzz ….xixixixxii …

Itu kejadian pekan kemaren … Naaahh … supaya ga tergoda sama sofa perpus, maka hari ini aku mengadakan inspeksi mendadak ke kelas-kelas …. longok-longok display kelas, menyapa guru penguasa kelas itu n bilang, “Ibu, apa kabarnya hari ini? Ada yang bisa saya bantu?“ ehm … ehm … ehm … laga lo cha … macam orang penting ajah …. orang ga penting yang ingin di anggap penting … hehehe … dari kunjungan-kunjungan singkat itu, aku menuai banyak tanggapan dan respon dari rekan-rekan, diantaranya :

© Nglongok Kelas 3 Ibnu Khaldun, ketemu Bu Sri ngajakin senam bareng, soalnya die ngeliat aku semakin singset, padat berisi macam kue apem gitulah … berarti sukses tuh senam … yuuukk … mariiii … jadwalnya sepekan dua kali yah, setiap Rabo n Jum’at jam 4 sore.

© Nongol di kelas 6 Al Khayam, jumpa ma Bu Amilah, dia minta bantuanku untuk pelajaran pelajaran SBK (Seni Budaya dan Ketrampilan), dia minta aku mengajarkan teknik fotografi dasar… jiaaaaa … ini pasti gara-gara aku suka pamer camera digital. Dan dengan gaya menyakinkan bak seorang fotografer amatiran di kebun binatang, saya petantang petenteng jeprat-jepret setiap orang, setiap benda, setiap tempat, dan setiap sudut … hasilnya … aku disangka gape fotografi … hehehe … rupanya aku bakat acting juga yah … padahal die ga tau aja hasil jepretanku, kalo ga gelap yah berbayang … xixixixixi

© Jenguk kelas 6 Ibnu Haitsam, ngeliat Bu Esti yang gi sibuk di depan laptonya, kepala tidak terangkat sama sekali untuk memandangku … hmm mungkin kepalanya gi kelelep dalam layar monitor … atau mungkin semalem salah tidur, jadinya lehernya ga bsa keangkat gituh … ckckckckck … liat aja, gajinya bulan ini akan aku potong …. dia kan blom bayar arisan …. qiqiqiqqiqii

© Ngelirik kelas 4 Ibnu Sina, eeehhh di tagih utang ma Pak Juki … hayaaaaahhh … tak kira-kira tu orang, nagih utang di tengah bulan ginih, tidak berperasaan sekaleeee … padahal baru aja aku ngutang roti di koperasi … hiks …

© Melangkah ke kelas 4 Ibnu Abbas ada Bu Mila yang waras, beliau minta ide untuk pembelajaran Character Building dengan tema Peduli. Maka aku sarankan kepadanya untuk nongkrong di WC …. Okeh … pasti anda sekalian menganggap aku yang ga waras … eiiiittssss jangan salah … orang kreatif itu emang suka dituduh ga waras. Tapiii … saranku itu bukan tanpa dasar loh, menurut elmu yang aku dapet dari pelatihan-pelatihan, ide-ide brilyan akan nongol ketika otak kita dalam kondisi Betha … pada saat apa otak kita mencapai kondisi Betha? … yups … tulll … cerdas … jawabannya adalah pada saat nongkrong di WC …kabarnya, seorang pencipta lagu terkenal, banyak menelorkan lagu-lagu hits sepanjang masa ketika dia sedang buang hajat … xixixixixi … jadi ga salah dunk kalo aku menyarankan hal yang sama …

© Berkunjung ke Kelas 3 Al Biruni disambut ma Bu Puji yang mo kasih setoran foto rihlah ke Ciseeng …. Yaelah, nyetor itu duit yah bukan foto. Foto mah ga laku buat dituker ma gorengan … laper nieee …

Sementara saya lagi beredar, kompi jatah saya udah tersedia di ruangan … surpriseeeeee … wiiihhh seneng bangeeettt … ku peluk … ku cium diaaa .. kangeeeenn bangeeett ma kompiiii … *lebay.com*. Walopun blom sesuai dengan janji yang katanya sih mo dikasih kompi baru dengan spesifikasi yang lebih oke, hardisk lebih gede, dengan processor yang lebih canggih (Pa Ago sempet nyebut nama processornya, tapi kok ya lupa lagi, asyik banget dikuping nama tu processor, pokoknya namanya ada lekor-lekornya, n itu lebih tinggi dari pada pentium IV lah … hehhee)

Begitu tuh kompi masuk… dia langsung menjajah setengah ruangan, mpe ga bisa selonjoran kita … padahal ruangan ini dihuni oleh tiga orang, ini baru masuk tiga orang plus 1 kompi aja udah sesek … belom barang-barang yang laennya …. huuuuffffff … Jadi bu Mety mengusulkan, bikin giliran ga masuk aja, hari ini Bu Sari yang ga masuk, besok Bu Mety, lusa saya dan begitu selanjutnya … hehehe … usul gila yang patut dipertimbangkan …

Oh ya … hari ini saya mulai mengajar nih di dua kelas pararel, kelas IV Ibnu Abbas dan Ibnu Sina. Tapi ada yang aneh ketika aku berjalan menuju kelas, tiba-tiba aku dihinggapi kebingungan mendadak … dimanakah letak kelas-kelas ituh??? Hadooohhh … aku tidak mengenali lagi selasar-selasar inih, tidak mengenali lagi kelas-kelas inih, tidak mengenali lagi murid-murid inih … lebaaiiiiiii … hehehe … maklum tahun ajaran baru, ada perubahan letak kelas dan rotasi murid serta guru … setelah beberapa kali salah masuk kelas, akhirnya ketemu juga kelas yang dimaksud.

Berhubung lab komputernya belum siap pakai, maka terpaksa aku harus masuk kelas … bercuap-cuap sedikit … kemudian … kasih tugas, tugasnya adalah … menuliskan catatan harian, cerdas bukan buatan … ternyata kekederan di jalan tadi masih juga menyelubungiku … karenanya aku tidak bisa membedakan antara pelajaran TIK dengan Bahasa Indonesia … ckckckcck. Dan diantara catatan-catatan itu aku menemukan kalimat ini :

Selasa, 21 Juli 2009

Hari ini aku senang, aku belajar yang sangat banyak. Jam ini aku belajar TIK sama Bu Siska yang orangnya tegas. Tapi tegas itu untuk mendidik anak muridnya loh …

Good … seperti anak ini akan menjadi murid kesayanganku … hehehe

Sorenya, aku cerima ma mas-ku yang guru TIK tulen, waaaahhh … diomelin plus di ceramahin aku … waakakakakaka … He said, Cha kamu jangan terpaku sama komputer dunk, kamu itu guru TIK bukan guru komputer. TIK itu tidak melulu berhubungan dengan komputer. Komputer hanya salah satu media dalam TIK. Aduuuhh … pinter banget dah istriku, ngajar TIK tugasnya malah suruh ngarang. Bikin games aja dunk cha … si buta dari goa hantu kek, bisik-bisik tetangga or tebak kata … apakek … ckckckckckck … suaminya master TIK gini, istrinya oon banget dah.“ Huuuuuuhhhhh…. iya juga sih …. ngaku dah … xixixixixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s