Baju Monyet

Standar

Pulang dari ngaji pekanan, mas-ku menjemput.
Engga seperti biasanya, hatinya sedang riang … bersenandung terus di sepanjang jalan.
Jalur yang diplihpun ga seperti biasanya, muter-muter … lalu berujung ke sebuah mall di Cijantung.

“Loh kok … belok sini mas??” Tanyaku

“Kan ichanya laper, kalo laperkan musti belok sini … “ Katanya masih dengan tersenyum …

“Ehm … mangnya di sini mo makan apa?” Tanyaku kembali

“Terserah icha … kan icha yang laper …” Jawabnya. Tumbeeeennnn ….

Enaknya makan apa ya??? oh iya, udah lama nie ga makan pizza, “Ehm … icha mau makan pizza …”

“Ya udah … jadilah kita makan pizza …” Asyiikkkk …

Masuklah sepasang sejoli ini ke mall dengan rusuh, bergaya seperti ABG yang lagi kasmaran … maen cubit-cubitan, acak-acakin rambutnya, gandengan tangan, ketawa-ketiwi, saling melempar pandangan mesra … ceileeee … bikin orang sirik lah …

Di restoran pizza hut pun aura mesranya belum luntur. Biasanya, kalo lagi bad mood, nunggu 15 menit sebelum pizza dateng serasa berjam-jam … lamaaa bgt, belum lagi dua-duanya sibuk dengan pikiran n hp masing-masing. Berbeda dengan saat itu, 15 menit serasa cepet berlalu dengan canda dan saling ngeledek, “Bulu idung panjang tuh mas … ” Yang diledek blingsatan dengan muka memerah terus celingukan nyari kaca,

” Kenapa kamu baru bilang skarang sih?” Katanya dengan sewot …

“huahahahaha … jenggot boleh panjang tapi bulu idung ga boleh mpe nongol dunk …. “ Tambah seneng aku godain dia …

“Kamu musti tanggung jawab nie … kenapa nie bulu mpe nongol ….” Katanya lagi dengan mata melotot …

“Lah … bulunya bulu idung situ sendiri, kenapa aq yang harus tanggung jawab … “ Aduuhh … otot perutku yang lagi sakit gara2 sit up kemaren, makin sakit karena ketawa kegelian … kena kau mas …. wakakakakakak …

Saat pesanan kami datang, suasana masih hangat. Aku diberikan potongan pizza yang terbesar dengan taburan daging yang paling banyak … slruppp … padahal biasanya berebutan tuh, milih yang paling banyak dagingnya …. xixixixi

Makanan habis, kitapun keluar. Ngiter2 mall mpe lantai atas. Terus turun ke lantai dasar lagi. Eeeehh … ada toko baju yang majang kaos-kaos lucu … warnanya ceria-ceria and gambarnya lucu n manis2 …
kami berhenti di situ.

“Cha … murah tuh. Beli satu ya buat kamu … mas pilihin deh.” Ehm … kenapa nie orang, tumbenan royal …

Bersamaan dengan itu, sepasang suami istri lainpun berhenti & kepincut dengan deretan kaos-kaos yang lucu itu. Seperti mas-ku, suami ibu itupun berinisiatif memilihkan baju untuk istrinya.

Dengan serampak, suami-suami kami menarik sebuah kaos. Mas-ku memilih yang warna kuning, sedang suami ibu itu memilih yang warna pink. Demi melihat gambar yang terpampang besar di depan itu kaos, kami … para istri ini menjerit dengan histeris …

“Looohhhh …. kookkkkk …. monyeeetttt siiiiiiihhhh …”

Berpasang-pasang kepala mendongak, melirik, nyengir, geleng-geleng kepala mpe nahan ketawa geli ngeliat kami.

Mendengar jeritanku, mas-ku pun menjerit juga … “Looohhhh … inikaaannnn lucuuuuu … chaaa … “

Sedangkan si suami ibu itu langsung melempar kaos ditangannya dan buang muka …huh …

Jadi … hancurlah kehangatan hari itu, aku manyun sepanjang jalan menuju rumah dan mas-ku masih terbayang-banyang baju monyet itu …. “Padahal … aku ngebayangin … kamu pasti lucu banget deh pake baju bergambar monyet itu … “ aaaahhh … tidaaakkksss …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s