Twilight Saga Menggetarkan Hati

Standar

twilightnew-mooneclipsebreaking-dawn

Sumpah ga gombal. Aq baru tau kalau ternyata film twilight yang pernah aq tonton itu diangkat dari novel karya Stephenie Meyer. Ketika nonton filmnya sih aq lumayan menikmati, walaupun agak ngantuk (karena terbiasa nonton film thiller or comedy) tetapi sejujurnya cukup terpesona dengan si vampir guanteng edward cullen itu. Tetapi … ketika tau ada novelnya, bahkan keluar 4 sekaligus (Twilight, New Moon, Eclipse, Breaking Dawn), aq mulai berburu di belakang Kampus Gunadarma Depok. Dan ternyata …. novelnya mampu memenjarakan aq selama 3 hari full. Bahkan sampai jam 3 dini hari untuk menyelesaikannya. Penasaran bo ….

Ketika aq nulis di sini, hatiku masih bergetar-getar, aq seperti tersedot ke alam Forks, Washington yang selalu hujan, menghirup udara hutannya yang segar, bersentuhan dengan kulit-kulit dingin keluarga cullen (terutama edward … hihihi), merasakan kehangatan dari para warewolf  yang setia (seperti jacob black), mengalami ketegangan, ketakutan dan kegelisahan mereka saat melindungi nyawa dan eksistensi mereka. Wah … rasanya bagai mimpi … dan ga mau bangun lagi …

Ketika aq beranjak tidur, aq ngebayangin  si vampire edward cullen setia ngelonin aq sampai pagi ….

Ketika sedang berkendara dengan roda dua, aq ngebayangin lagi di gendong sama edward cullen terus diajak lari melayang berkecepatan tinggi…

Ketika aq merasakan sakit perut, lapar, capek dan ngantuk, aq merasa … enakan jadi vampire kali ya ga musti merasakan ‘kebutuhan alamiah’ kaya gitu ….

Ketika aq merasakan semilir angin … aq pengen sekali seperti Bella ketika pertama kali merasakan indahnya dunia, justru ketika dia sudah berubah jadi vampire …

Ketika aq melihat awan yang berarak … mencoba menerka awan gelap yang membawa hujan itu akan tertumpah di mana …. ah rasanya saat ini beruntung jika aku seperti Alice cullen yang bisa memprediksi cuaca …

Ketika aq memandang pantulan wajah dan tubuhku … “Coba aq jadi vampire … tentunya si Bella, Alice bahkan Rose pastinya kalah cantik dibandingkan aq” Batinku menjerit. Menurut novelnya, manusia yang bertransformasi jadi vampire tubuh and wajahnya tuh jadi cantik banget … bahkan Bella sewaktu jadi manusia biasa-biasa aja, eh setelah jadi vampire malah body and wajahnya seperti model.

Belum lagi ternyata si vampire-vampire itu juga punya emosi-emosi yang sangat manusiawi. Mereka juga merasa takut, khawatir, cemburu, merana, sakit hati, dendam, jatuh cinta, sayang, kecewa, marah, perduli, toleransi, dan belas kasihan ….

Rasanya …. setelah membaca novel itu … kok ya jadi vampire itu lebih enak dibandingkan jadi manusia ya …. ah … enggak adil ini …

Akhirnya … perasaan yang terakhir itu mampu membangunkan aq kembali kedunia nyata …. wooooiiiii …. yang indah-indah itu memang enaknya tetap di dalam sana … di alam mimpi aja … tempat aq melarikan diri dari kepenatan sehari-hari … karena … ternyata kefanaan dunia lebih indah dari pada keabadian….

Toh … sang khaliq juga sudah menetapkan janji keabadian yang lebih indah … tapi bukan di sini …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s