Bingung oh bingung …

Standar

Bingung …

Kata orang, kalau terjebak dalam kondisi bingung berarti seseorang itu sesungguhnya sedang dalam proses belajar …

Kata dosenku, kalau kebingungan tiba-tiba datang menyergap, maka hentikan segala aktivitas, duduk sejenak sambil menenangkan pikiran, percayalah … jalan yang harus ditempuh akan terbuka dengan sendirinya …

Kata buku, kebingungan menandakan kita sebagai pribadi yang merdeka, bebas menentukan jalannya sendiri …

Kata aku, bingung itu seperti buah duren … keras kulitnya, banyak durinya, susah bukanya, tapi kalau sudah ketemu jalannya … legit sekali rasanya …

Emh … berarti paling enak kalau lagi bingung itu, bengong sambi makan duren yah …. hehehe …

Ah … ngaco memang tulisan dari orang yang lagi bingung …

Bingung … bingung …

Apa gerangan yang bikin aku bingung?

Mau pilih ikhtiar punya anak atau melejitkan karir?

Faktanya ….

Tahun 2009 ini tahun ke-5 pernikahanku, dan aku belum pernah hamil sekalipun … rasanya sudah ada yang kurang dari rumahtanggaku yang bisa dibilang adem ayem ini. Yang kurang ya tawa dan tangis anaklah. Memang sih tahun-tahun kemarin belum seriuslah ikhtiar punya anak, ga pernah periksa ke dokter pula, ga pernah juga kepikiran untuk berobat alternatif. Tapiii menginjak tahun ke-5 pernikahan dan tahun ke-28 daku hidup di dunia ini, rasanya hal ‘mempunya momongan’ sudah menjadi satu impian dan kebutuhan untukku …

Sementara itu … urusan kerjaan nih … boleh berbanggalah aku ini, minimal diakui berprestasi dan dinobatkan menjadi pegawai terrrkreatiflah … alhamdulillah … aku mampu merealisasikan ide-ideku yang mendapat apresiasi dari atasan maupun rekan kerja, dan yang paling penting … karya-karya tersebut mampu meningkatkan prestise lembaga tempatku bekerja …

Nah … disinilah letak kebingunganku … saat ini aku menjadi Pimpro dari suatu proyek menarik. Sudah hampir satu tahun proyek itu aku pimpin, alhamdulillah berjalan sesuai dengan harapan dan dalam progress yang semakin baik. Berhubung sudah lumayan ngebet pengen punya anak, maka aku menghadaplah atasanku untuk mengundurkan diri dari jabatan Pimpro proyek tersebut, atasan sih oke-oke ajah … tapiii yang bikin pusing ketika ditanya siapa gerangan yang akan direkomendasikan untuk menggantikan aku sebagai pimpro. Pasalnya, aku melihat timku belum terlalu matang serta rasa memiliki dan tanggungjawab belum sempurna. Mereka masuk dalam tim karena tuntutan tugas bukan karena kesadaran …

Ketika atasan memprediksi proyek tersebut akan tersendat bahkan mungkin akan kolaps karena tidak adanya calon yang unggul, maka aku tidak rela. Wong aku jungkir balik untuk melahirkan proyek itu … sekarang sudah berhasil lahir, tinggal gedeinnya aja ga ada yang bisa … piye toh … ga rela dan ga terima rasanya …

Jadi … setelah diloby-loby … atasan memintaku untuk bertahan setidaknya 6 bulan kedepan lagi, sambi terus menyiapkan calon-calon penggantiku ….

Ketika atasan memutuskan hal tersebut … di mataku melayang-layang sebentuk wanita yang sedang menikmati kehamilannya … wanita itu adalah aku …. dan tiba-tiba bayangan itu meredup pelan-pelan …

Masalah ini besar bagiku … satu pihak aku sebagai wanita dipertaruhkan … akankah mampu mengandung? Atau menutup mata dan telinga dari pandangan dan bisik-bisik tentang julukan ‘wanita mandul’? Di satu sisi lagi aku sebagai pioner … proyek itu cerminanku … proyek gagal … aku gagal juga …. hanya segitu sajakah kemampuanku?

Oh … ya Alloh … what must I do???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s