Wall-E Si Robot Kesepian

Standar

Wall-E (baca wally) tinggal sendirian di bumi. Sebenarnya ga benar-benar sendirian sih, ada si kecoa yang setia menemani dan menggodanya. Tugas Wall-E adalah mengepress sampah menjadi kubus kemudian menumpuknya. Tumpukan sampah hasil karya Wall-E bahkan mengalahkan gedung pencakar langit di New York.

Ceritanya, manusia sudah tidak punya tempat lagi di bumi, karena bumi sudah penuh dengan sampah. Akhirnya koloni manusia pindah ke pesawat luar angkasa yang melesat dan mengorbit ke galaksi lain, jauh dari bumi. Tugas pembersihan sampah di bumi diserahkan pada robot-robot Wall-E. Tetapi, setelah 7 abad berlalu, sampah di bumi belum juga rampung di bersihkan. Satu demi satu robot Wall-E berguguran, meninggalkan satu robot kecil Wall-E yang sudah karatan. Walaupun sendirian, Wall-E tetap tekun dengan rutinitas tugasnya sehari-hari. Pagi hari dia bangun untuk mencharge batterynya dengan cahaya matahari. Menjelang siang dia membawa kotak (seperti tas) yang ditaruh di belakang dan menuju tempat kerjanya, mengepres sampah-sampah manusia menjadi kubus-kubus dan menyusunnya. Sering kali Wall-E menemukan benda-benda menarik di tumpukan sampah itu, dan Wall-E menaruhnya dalam kotaknya untuk dijadikan koleksi. Banyak benda yang dikoleksinya, dari sendok garpu, pemantik api, Bra, tutup tempat sampah, sampai komponen-komponen robot Wall-E lainnya. Satu hal yang membuat Wall-E ini tetap survive, karena kemampuannya untuk memperbaiki dirinya sendiri. Ketika rantai kakinya sudah putus, dia mencari rantai Wall-E lainnya dan menggantinya sendiri, begitupun ketika sebelah matanya copot, dia mencari ditumpukan koleksinya sebuah mata Wall-E dan memasangnya sendiri…. ckckck … hebat yah.

Oh ya, Wall-E juga punya hoby nonton film tua loh. Khususnya film percintaan era 70-an, dimana ada tarian, nyanyian dan kisah romantisa sepasang manusia yang saling perpegangan tangan. Di sini, benar-benar terlihat begitu Wall-E merindukan teman, dan saling menggenggam. Sampai suatu ketika….

Saat itu, Wall-E baru saja selesai menjalankan tugasnya, sampai di rumah (mungkin itu tank tua yang dijadikan Wall-E markasnya. Belum juga masuk ke dalam rumah, Wall-E tertarik pada suatu sinar yang bisa berlari kesana-kemari, Wall-E pun mengejarnya, sampai tiba-tiba sinarnya itu bertambah banyak dan mengepungnya. Barulah di sadari bahwa sinar itu berasal dari lampu sebuah pesawat luar angkasa yang akan mendarat tepat di atas Wall-E. Wall-E menggali tanah dan bersembunyi saat pesawat asing itu mendarat. Ternyata pesawat asing itu menurunkan sebuah robot lain. Robot yang benar-benar mempesona Wall-E, robot itu putih mulus dan dapat terbang dengan sangat cepat kesana-kemari. Wall-E yang sudah terpesona, membututi si robot cantik itu … sampai si robot menemukannya dan hampir menembaknya dengan senjata lasernya yang mematikan. Di situlah Wall-E memberanikan diri mengenalkan dirinya, dan si robot cantik pun menyebutkan namanya sebagai EVA.

Saking girangnya telah menemukan teman, Wall-E mengajak EVA ke markasnya, dan menunjukkan koleksi-koleksinya kepada EVA, dari lampu, pemantik korek api, film tuanya, sampai pada sebuah tanaman kecil. EVA sangat histeris melihat tanaman kecil itu, kemudian dengan agresif ia memasukkan tanaman kecil itu ke dalam tubuhnya, dan …. EVA tidak bergerak lagi. Wall-E sangat bingung kenapa EVA tiba-tiba tidak bergerak. Wall-E mencoba menarik perhati EVA lagi dengan lampu, pemantik api sampai filmnya, tetapi EVA tetap tidak bergeming. Wall-E menyeret tubuh EVA ke luar untuk menerima sinar matahari, tapi EVA tetap diam. Siang malam, hujan petir, salju Wall-E tetap menemani EVA di luar. Wall-E menjadi sangat sedih sekali kehilangan EVA, Wall-E menjadi tidak semangat untuk bekerja lagi.

Saat sedang melakukan tugasnya dengan malas dan sedih, tiba-tiba cahaya itu datang lagi. Wall-E melihat pesawat itu datang untuk mengambil EVA. Wall-E lari sekencang-kencangnya sambil memanggil nama EVA. Tetapi EVA sudah dimasukkan ke dalam pesawat. Saat itulah, Wall-E mengambil keputusan cepat, ia akan mengikuti EVA. Wall-E melompat ke pesawat tepat ketika pesawat itu tinggal landas. Wall-E terbawa sampai keluar angkasa dan menuju pesawat induk di galaksi lain.

Singkat cerita, di pesawat induk itulah petualangan Wall-E di mulai. Dia terbirit-birit kesana-kemari berusaha mengejar dan menemukan EVA. Ternyata EVA dibawa ke ruang kontrol untuk bertemu dengan kapten dan menyerahkan tanaman yang ditemukannya di bumi. EVA memang robot yang diciptakan untuk menemukan spesies tanaman hidup di bumi. JIka tanaman hidup telah ditemukan, berarti manusia dapat kembali ke bumi. Dan sang kapten baru mengetahui hal itu. Rupanya setelah 7 abad hidup di kapal luar angkasa, manusia-manusia telah lupa akan bumi dan kehidupan di bumi. Sang kapten pun baru tau seperti apa bentuk bumi, air, tanah, tanaman, makanan, bahkan dansa. Di kapal luar angkasa tersebut, manusia benar-benar dimanja dan dilayani seluruh kebutuhannya oleh para robot, oleh sebab itu manusia menjadi sangat gendut karena tidak pernah bergerak. Bahkan sang kapten pun sangat sulit untuk menegakkan punggungnya ketika ingin mengambil secangkir kopi di mejanya.

Ketika sang kapten, dengan gembira dan semangatnya ingin kembali kebumi, ternyata ada penghianat dari robot. Sang robot tidak ingin manusia kembali kebumi. Maka mulailah usaha-usaha kapten untuk menyabotase ruang kendali, sementara EVA dan Wall-E juga berlomba dengan para robot yang lain untuk memasukkan tanaman bumi ke dalam sebuah ruang identifikasi. JIka tanaman itu positif berasal dari bumi maka dengan otomatis, seluruh kendali pesawat akan menuju ke bumi.

Seruuuu deh filmnya. Walaupun daku nontonnya yang di dubbing Indonesia, tetapi tidak mengurangi mutu filmnya. Karena memang film ini tidak mengandalkan banyak percakapan, tetapi mengandalkan visualisasinya. Yang bercerita disini adalah ekspresi, karakter, gerak dari Wall-E dan EVA. Walaupun tanpa kata, film ini indah sekali.

Kok ya pas yah dengan pengalamanku, saat kehilangan suara kemarin. Ternyata dengan bahasa tubuh pun, orang di sekitar kita bisa mengerti kok, apa yang kita rasakan.

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s