Episode Impaksi part 2

Standar

Hari ini rusuh sekali, karena gigiku tidak bisa diajak toleransi lagi, naudzubillah sakitnya. Makanpun susah, seminggu lagi pasti turun nih berat badan. Sebenarnya nafsu makanku sih masih normal, tapi karena mulutnya ga bisa terbuka lebar (cuma bisa masuk 1 jari doang) n gusinya bengkak, makanya ga bisa masukin makanan yang banyak and ga bisa mengunyah juga. Alhasil cukup berpuas diri makan bubur deh, sampai eneg banget makannya.

Walaupun lagi merasakan gigi yang senut-senut, kepala berdenyut-denyut ditambah bengkak sampai di bawah mata, tapi kewajiban tetaplah kewajiban. Aku harus masuk kerja untuk menggarap raport semester ganjil, wali kelas sudah teriak-teriak untuk segera entry nilai karena rabu-kamis akan libur Idul Adha. Terpaksa melangkahlah aku ke kantor dengan sempoyongan menahan sakit (udah minum 2 ponstan masih blom manjur juga). Sampai di kantor, seorang rekan mengumumkan bahwa uang kompensasi guru dari pemda sudah cair dan diharuskan segera mengurusnya di bank DKI cabang kantor walikota. Kontan seluruh orang di kantor pada kocar-kacir, lumayan panic n bersemangat mendengar kabar gembira itu. Panic karena dapat berita mendadak di tengah deadline raport n bersemangat juga karena siapa juga yang ga butuh uang. Akhirnya semua memutuskan untuk berangkat siang ini juga pake 2 mobil. Alhamdulillah …. Rejeki memang ga kemana …..

Dalam perjalanan menuju kantor Walikota Jaktim (didaerah klender pondok kopi) yang naudzubillah juga jauhnya itu, aku merasa meriang panas dingin menahan rasa sakit yang luar biasa di geraham sebelah kiri atas. Karenanya aku berazam untuk lanjut ke poli gigi & mulut di RS. Tugu Ibu setelah dari kantor walikota.

Sampai di RS. Tugu Ibu, jam 16.oo aku dapet urutan ke 5 and setiap pasien paling lama setengah jam, alhasil setelah menunggu 2 jam baru aku masuk ruang praktek dokternya. Dan ternyata aku yang paling sebentar, palingan cuma 5 menitan deh. Wong cuma di intip sebentar giginya (mau ditanganin juga ga bisa, wong ga bisa mangap) truss nulis rekomendasi foto panoramic di RS.Haji and resep obat deh.  obat anti biotik dosis tinggi,  penghilang nyeri,  pencegah radang, and obat supaya mulutnya bisa terbuka lagi.

Iseng-iseng pengen tau, foto panoramic itu kaya apa … eh ternyata begini toh alatnya :

panoramic0001.jpg

Menurut artikel di sini, katanya sih alat yang canggih gitu. Contoh dari hasil fotonya bisa seperti ini : Hiiiiiyyyyy …….

radio_06.jpg

mesioangular.jpg

Iseng-iseng juga nih browsing tentang pengalaman teman-teman yang mengalami hal yang serupa denganku, minimal sudah pernah di bedah giginya, lumayan bikin ciut nyali juga. Seperti pengalaman keluarga Syamsul Qamar , keko (walaupun untuk kasus yang beda tapi sama2 musti di bedah juga), Evi and Ardya Dipta Nandaviri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s