Quicki Express

Standar

Jum’at malam kemaren aku pacaran ma suamiku. Rencananya mo nonton nih di Detos. Tapi karena harus mampir-mampir di beberapa tempat, jadilah kita dapat tiket masuk yang jam 21.00 filmnya Quicki Express yang dibintangi oleh Tora Sudiro, Amink, and Lukman Sardi.

Kita berdua tertarik nonton film tersebut karena : Pertama, pemain utamanya tuh Tora n Amink yang menurut kami udah jaminan kocak, terbukti dari film D’Bijis (Tora Sudiro) n Get Merried (Amink). Kedua, baca komentar2 di posternya yang katanya film tersebut komedi yang cerdas n dsb deh. Karenanya, yakin banget deh n percaya film ini akan melenyapkan kebetean yang menyergap kami seharian ini.

Setelah kita nonton, oke … mmm ….. astagfirullah …. percaya ga, sepanjang film itu aku ngucapin istigfar buanyak sekali. Bukan semata-mata karena lucu tapi karena adegan-adegannya yang lumayan vulgar. Sebelumnya memang kita ga baca dulu resensi filmnya menceritakan soal apa, cuma sedikit tau kalo ini film menceritakan tentang gigolo. Tapi sekali lagi aku ga nyangka, sekarang ini movie maker Indonesia udah pada berani bikin film yang lumayan ‘seronok’ n vulgar sekali (itu menurut pendapatku). Sejujurnya aku rada nyesel n malu masuk ke bioskop n nonton film ini. Rasanya seperti terjebak, melihat ‘kemaksiatan’ di depan mata. Ceeileee … tapi bener deh …. begitulah perasaanku saat menonton film ini. Masalahnya, jaminan lucunya itu ga gitu sebanding dengan deg-degan ngeliat tora or amink or lukman sardi lagi ML ma tante-tante yang mamerin belahan dadanya. Bahkan ya, bukan cuma belahan dada yang wara wiri disini, tapi juga adegan ML lainnya deh semisal ‘oral’ gitu. Oke … memang tidak diperlihatkan secara langsung, tapi menurutku itu tetap menjijikkan.

Dan yang bikin aku kaget, ternyata bukan cuma aku yang merasa terjebak. Sabtunya, murid-murid suamiku di Mts pada lapor kalo pada hari yang sama cuma waktunya lebih sore, mereka juga nonton quicki express n pada komentar ‘filmnya ngaco’ or ‘ini film gila’ or ‘filmnya terlalu vulgar’ ….

Jadi, pelajaran juga nih kalo mau nonton film harus liat resensinya dulu deh supaya ga nyesel. Soalnya dalam sebulan ini udah nyesel 2 kali yang pertama the seeker n kedua quicki express ini.

4 responses »

  1. emmm…menurut gw sehh,,,,ni film keren abis…pemain dan bahkan smua kru yg terlibat patut diacungi jempol buat keberaniannya buat ni film.krn skrng ini kebanyakan film indonesia cuma jual mimpi,tp kl ni film kan jg secara gak langsung nyeritaiin yg terjadi sebenernya (secara gigolo itu dah banyak banget).emang seh rada vulgar,tp bisa2nya kita ja nanggepinya.kl gw mah,asyik2 ja nonton ni film..gak terlalu mikir yg jorok2,tpp dibawa asyik,lucu dan fun ja…..asli,,ni film gokiiilllllllllllllllll abizzzzzzzzz…………
    sukses ya buat tora,aming ma lukman sardi…

  2. Ini film realita yang ada. Dalam kehidupan ini kita ngak perlu munafik atau sok suci. Yang terpenting kita menempatkan diri kita dengan situasi dan keadaan dan kepribadian kita. Kalau kita punya kepribadian kuat dan baik maka apapun situasi dan kondisinya kita dapat menempatkan diri. Dapat memilih ini cocok, pantas atau baik tidak buat kita.
    Munafik, sok suci dan fanatik ini yang buat bangsa kita makin terpuruk dan tertinggal. Film ini bagus kita hargai ini sebagai karya seni banyak pesan yang didapat dari sini jangan melihat dari satu sisi saja. Kita harus mulai berpikir dari berbagai sisi.

  3. Duuhh … rasanya panas juga ya membaca komentar dari Felta di atas, wong saya nulis apa yang saya rasakan di blog saya sendiri kok di bilang munafik, sok suci dan fanatik n buat bangsa makin terpuruk. ckckck …. astaghfirullah …. orang-orang kaya gini nih yang buat moral bangsa makin rusak …. na’udzubillahi min dzalik ….

  4. YaAA… bner bgt tuh mBak…
    ya waLopun kaTa Tmen2 seusia saya………. “itukan realita” ato “emang banyak kok, yang gitu” atopun “itu namanya kreatif dan inovatif, berani bertindak,deelel…….”…….
    seoLah2 mReka orang gak beragama n gak punya adat istiadat yg ngatur….
    kita2 emang punya hak mo ngungkapin pendapat dan kreatifitas… tapi, kLo berlebihan, ya gitu jdnya.. seolah2 manusia udah nggak bermoral..
    smuanya cuma menganggap bahwa dirinya sendiri yang paling benar (termasuk orang2 disekitar yg ngebelain dia)
    kreatifitas gak terbatas harus membuat Film yang mengarah pada pornografi kan..
    dan setiap kali dicekal,,pasti slalu aja mengatasnamakan hak azazi..
    hem.. demi keuntungan pribadi,, mreka tega brusaha merusak moral bangsa… n jangan kaget kLo kira2 10 tahunan lagi,, dengan membanjirnya pendapat2 egois itu,, bahkan orang2 yg tinggal serumah tanpa ikatan apapun malah mengakui “ini hak kami”.. + brBagai hal maksiat lain yg menuhin bumi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s