Hobi Korupsi

Standar

Sore itu, suamiku susah sekali dihubungi, hpnya selalu mailbox n ketika berhasil diangkat dia menegaskan tidak bisa segera pulang karena harus membereskan sesuatu di tempat kerjanya. Ammpuuunnn…kadang-kadang sebel punya suami yang terlalu sibuk, terlalu banyak dibutuhkan orang, apalagi kalo bener-bener butuh kayak gini.
Sore menjelang malam, suamiku baru nongol dengan wajah mengeras menahan marah. Ups … sesuatu memang telah terjadi. Setelah membiarkannya selonjoran dan menenangkan diri, aku tak kuasa lagi menahan rasa penasaranku. Dan … ternyata sebelum sempat bertanya dia sudah angkat bicara terlebih dahulu, maka terjadilah percakapan ini :
Masku :”Masa cha, Pak M itu berulah lagi”
Aku : “Berulah apa?”
Masku : “Dia malsuin tanda tangan Pak S (wakasek) untuk dapetin konblok masjid.”
Aku : “Tau dari mana malsuin?”
Masku : “Ini, tanda tangan ini memang persis tandangannya pak S tapi itu bukan pak S yang tanda tangan. Mas udah telp pak S untuk konfirmasi, dan pak mengaku tidak pernah membuat surat untuk pengambilan konblok. Lagi pula pada hari penandatanganan surat ini, pak S ga masuk kerja, dia lagi ujian di kampus. Jadi jelas Pak M itu malsuin tanda tangan Pak S.”

Sambil memperhatikan surat yang dimaksud, anganku terbang kemasa 2 tahun yang lalu. Kami pernah dongkol bin jengkel bin sakit hati dengan Pak M ini. Dia pernah makan uang haram (uang yang bukan miliknya). Seharusnya uang senial 2 juta itu adalah hak suamiku yang dititipkan padanya, tetapi karena dia itu tamak maka uang amanah itu tidak disampaikannya kepada suamiku. Yang lebih parah lagi, kelakuannya yang tidak amanah itu terjadi 2 kali. Rasanya benciku sampai keubun-ubun sama orang itu. Dan ketika suamiku membawa berita soal Pak M dipecat dari yayasan karena terbukti korupsi, rasanya dendamku terbalas.

Tapi kini aku kaget sekali, karena dia masih bercokol di sana, memang bukan menduduki jabatan strategis lagi di yayasan, tapi ternyata dia masih kerja di unit MTs. Coba tebak, dia ngajar apa? Ngajar akidah …. Astagfirullah, rasanya jantungku mau meledak karena dendam lama itu kembali menguasaiku. Manusia tidak amanah, koruptor and doyan makan uang haram itu ngajarin akidah? Rasanya ga habis pikir sama itu orang, apa ya ga takut dosa ya? Akhirnya aku paksa suamiku tuk membongkar kedoknya, biar dia dapat pelajaran.

Namun, sungguh disayangkan. Pihak MTs and Pak S yang dirugikan itu tidak banyak bertindak. Mungkin mereka masih segan dengan Pak M yang notabene adalah orang senior. Tetapi, mereka menjatuhkan hukuman moril pada Pak M. Setelah kejadian itu merebak, keseantero Mts and mulau tercium oleh yayasan, Pak M di kucilkan n dicukekin. Kabarnya ga ada seorangpun yang mau deketan sama dia apalagi negur dia. Mmm … semoga Pak M itu cepet sadar n tobat deh …. walaupun aku belum puas sebelum Pak M itu benar-benar hengkang dari sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s