Aku melihat ‘sesuatu’

Standar

Ampuuunnn deh hari ini . Bener-bener ga terduga sekali, aku mengalami hal itu. Begini cerita, sore tadi aku pulang dari sebuah mall di bilangan Pasar Rebo Jakarta Timur dan niatnya mau naik angkot saja di sebrang. Setelah berhasil menyebrang di tengah arus lalu lintas yang lagi padat-padatnya (kan jam pulang kantoorr) tiba-tiba di depanku ada motor yang dikendarai seorang bapak2 berwajah nan hitam menghalangiku yang sedang menunggu mobil angkot. Aku pikir nih bapak2 kok berhenti di situ sih, kan ngalangin angkot yang mau ambil penumpang.

Eh …. tanpa ku sadari aku melihat ke bawah DAN …. tersembullah sebuah “ITU” yang sungguh2 menjijikkan (rasanya masih inget bentuknya dan jadi enek bgt). Aku langsung spontan  memalingkan wajah, beristigfar dan berpindah tempat. Eh …. manusia cabul itu menguntitku, lalu mejeng lagi di depanku dengan motor bututnya. Tiba-tiba aku teringat dengan kisah seorang teman ketika kuliah dulu. Temanku itu mengalami hal yang lebih menjijikkan sewaktu naik bus umum yang penuh sesak dan disampingnya berdiri seorang laki-laki yang menjulurkan ‘ITU’nya ke bahu temanku itu (si cabul berdiri dan temanku duduk dibangku paling pinggir. Kemudian, teman2 lain yang mendengar kisah itu memberi sebuah tips yang dijamin membuat si cabul kehilangan fantasi liarnya. Tipsnya itu adalah si korban harus mencaci atau menghina ‘itunya’ si cabul.

Nah, dari lintasan memori tadi maka dengan spontan aku menjerit “T…. lu jelek” dan aku gebug dia pake tasku yang kebetulan penuh terisi buku2 tebal. Si cabul kaget dan kabur dari hadapanku, tapi orang2 di sekelilingku pada melongo ngeliat insiden itu. Sambil terengah-engah mencoba menentramkan hati yang deg-degan aku jelasin bahwa orang tadi berusaha melakukan tindak tak senonoh dengan menjulurkan ‘barangnya’. Orang2 di sekitarnya yang kebanyakan anak gadis dan siswi2  SMU sontak terpekik tertahan dan ikut-ikutan memasang mimik jijik.

Ku lihat, si cabul ada di depan sana dan berusaha mendekati segerombolan remaja. Lalu mobil angkot yang kutunggu datang, aku masuk sambil memegang jantungku yang detakannya masih belom normal. Ya Rabbiii …. naas amat aku hari ini melihat hal seperti itu, padahal aku pergi sudah izin sama suami loh. Tapiiii …terus terang aja, aku bener2 ga puas dengan tindakanku tadi. Di mobil aku menghayal, kalo saja aku bertindak lebih semisal menjatuhkannya dari motor & menginjak ‘itunya’ biar tau rasa. Sungguh …… memuakkan sekali sekali

One response »

  1. Makasih mbak udah nengokin blog saya. Saya ikut prihatin dengan kejadian yg Anda alami. Tapi mulai sekarang biasakanlah untuk selalu berfikir positif. Jangan pernah membuat kalimat yang mengandung kata ‘tidak’.

    Jangan pernah berkata ‘Saya tidak ingin mengalami kejadian buruk’. Karena yang terjadi adalah Anda mengalami kejadian buruk. Berkatalah ‘Saya beruntung hari ini’. Dan Anda benar2 beruntung. Otak hanya menarik apa yg ada di pikiran kita.

    Contoh: kalau kita dilarang memikirkan gajah berwarna kuning, yang terjadi adalah kita malah memikirkan gajah berwarna kuning…

    Untuk masalah anak, saya ada usul, biasakanlah berkata ‘Saya punya anak’. Dan JANGAN pernah berkata ‘Saya takut nggak punya anak’.

    Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s