Perlu Dukungan Neh …

Standar

Tanggal 1 Juni ini, cha genap sudah 2 taon menjadi guru. Pekerjaan yang hampir saya cha coret dari cita-cita cha. Dulu sewaktu SMP cha pengen banget jadi guru, alasannya “Guru itu yang mengantarkan seseorang untuk menjadi sukses”, kemudian cita-cita itu beralih menjadi wanita karir, mungkin ikut-ikutan perkembangan zaman aja kali ye. Kayaknya asik deh jadi wanita karir yang kerja di perusahaan bonafit, gaji gede, pakaian cakep, plus kantor keren berAC. And jangan salah, cha sudah meniti jalan itu, tapiiii rasanya seperti budak saja. Ternyata yang keren-keren itu ga gampang ngedapetinnya. Harus berangkat ba’da shubuh and pulang larut malam, ga da waktu tuk diri sendiri and tuk keluarga. Ga ada yang di dapat selain gaji gede yang menunggu di akhir bulan. Tapi gaji gede itu ga bisa dinikmatin juga, wong kerja fulltime, waktu libur cuman buat tidur. Boro-boro bisa perawatan, beli-beli sesuatu pun jarang sekali (bukan karena ga punya duit, tapi ga punya waktu). Fuuuiiihhh … kalo begini terus bisa mati awak.

Akhirnya setelah setaon jadi wanita karir di kantoran, banting setirlah aku menjadi GURU. Jauh amat yah. Sebetulnya sih ga jauh-jauh amat wong gelar kesarjanaanku emang S.Pd (Sarjana Pendidikan) keluaran dari UNJ kok. Jadi dengan pede yang minim aku melangkahkan kaki-kaki mungilku ke suatu ruangan yang berisikan 27 bocah imut anak kelas 1 & 4 SD.

Ampuuuunnn …. taon pertama penuh dengan semangat and huru-hara. Semangat menciptakan media-media belajar, bikin VCD pembelajaran untuk IPS kelas 4 Bab Pasar, bikin puzzle, bikin modul, bikin worksheet macem-macem. Pokoke semua daya and usaha tercurahkan deh di situ.

Untuk VCD pembelajaran, aku memang ada minat di bidang ITlah sedikit-sedikit, jadi bermodal nekat and niat jadilah VCD itu. Aku punya segudang harapan dengan keluarnya VCDku yang pertama, harapanku ialah aku ingin dapat dukungan penuh tuk mengembangkan skill di bidang IT khususnya video editing, design grafis, and animasi. Tapi sayang, komentar positif hanya muncul di awal saja, selanjutnya hilang di telan bumi. Tak ada lagi yang menanyakan kabar VCDku, kapan keluar VCD selanjutnya? or diskusi tentang pembuatan media belajar lewat VCD interaktif or apalah yang buat aku tak mati kutu. Dari kepala sekolah beserta wakaseknya pun tak banyak berkomentar. Itu satu kali. Kali yang kedua aku membuat VCD lagi dengan tema berbeda, dengan seluruh kemampuan aku kerahkan menggarapnya. Setelah jadi, aku hanya bisa bengong di depan pak Kepsek yang secara halus mengusirku, “tidak perlu dilihat sekarangkan Bu?”. Selama beberapa hari selanjutnya aku hanya bisa menanti tanggapan dari beliau, sampai akhirnya aku memberanikan sendiri menanyakannya. Tapi responnya sungguh mengecewakan, “oh maaf, VCD itu terselip, saya belum melihatnya.” Setelah akhirnya beliau melihatnya pun tidak ada tanggapan yang berarti just, “sudah bagus.” Aku merasa letih bersimbah peluh sendiri, tanpa ada yang mengelap peluh ini.

Itu di tahun pertama, di tahun kedua ini aku buat gebrakan baru dengan menggunakan blog sebagai media belajar, informasi and diskusi untuk guru, murid and wali murid. Ku coba juga mempromosikannya kepada Kepala sekolah beserta jajarannya. Tapi, hingga saat ini belum juga kuterima komentar apapun dari mereka. Boro-boro komentar, sudi bertandang menjenguk blog kelasku pun rasanya belum mereka lakukan. Sepertinya kali ini aku tak akan berharap banyak lagi kepada pihak manapun (takut sakit hati lagi …).Yang kulakukan kini, kalo punya ide langsung aja di realisasikan. Kalo udah terealisasi tetep di promosikan ke pada atasan n rekan-rekan guru yang lain tanpa mengharapkan apapun. Just kasih tau, kalo mereka tergerak, terinspirasi, and menyadari perlu adanya perhatian terhadap potensi-potensi para guru, ya Alhamdulillah buanget. Kalo ndak, yah biarlah Alloh yang memberikan ganjaran yang terbaik buatku.

One response »

  1. Bu Icha salam kenal. Gimana proyek VCD-nya Bu, masih jalan. Saya ikut mendukung Bu, biar Indonesia bertambah banyak referensi VCD pendidikan. Saya pernah pingin bisa bikin VCD semacam itu, tapi belum bisa terealisir.

    Semoga VCD-nya bisa mencerahkan dan mencerdaskan kehidupan Bangsa. Terus berkarya ya Bu.

    Salam
    Fuad Muftie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s