Curahan Hati

My blog here

Wall-E Si Robot Kesepian Agustus 16, 2008

Diarsipkan di bawah: Film — ichasweb @ 6:12 am

Wall-E (baca wally) tinggal sendirian di bumi. Sebenarnya ga benar-benar sendirian sih, ada si kecoa yang setia menemani dan menggodanya. Tugas Wall-E adalah mengepress sampah menjadi kubus kemudian menumpuknya. Tumpukan sampah hasil karya Wall-E bahkan mengalahkan gedung pencakar langit di New York.

Ceritanya, manusia sudah tidak punya tempat lagi di bumi, karena bumi sudah penuh dengan sampah. Akhirnya koloni manusia pindah ke pesawat luar angkasa yang melesat dan mengorbit ke galaksi lain, jauh dari bumi. Tugas pembersihan sampah di bumi diserahkan pada robot-robot Wall-E. Tetapi, setelah 7 abad berlalu, sampah di bumi belum juga rampung di bersihkan. Satu demi satu robot Wall-E berguguran, meninggalkan satu robot kecil Wall-E yang sudah karatan. Walaupun sendirian, Wall-E tetap tekun dengan rutinitas tugasnya sehari-hari. Pagi hari dia bangun untuk mencharge batterynya dengan cahaya matahari. Menjelang siang dia membawa kotak (seperti tas) yang ditaruh di belakang dan menuju tempat kerjanya, mengepres sampah-sampah manusia menjadi kubus-kubus dan menyusunnya. Sering kali Wall-E menemukan benda-benda menarik di tumpukan sampah itu, dan Wall-E menaruhnya dalam kotaknya untuk dijadikan koleksi. Banyak benda yang dikoleksinya, dari sendok garpu, pemantik api, Bra, tutup tempat sampah, sampai komponen-komponen robot Wall-E lainnya. Satu hal yang membuat Wall-E ini tetap survive, karena kemampuannya untuk memperbaiki dirinya sendiri. Ketika rantai kakinya sudah putus, dia mencari rantai Wall-E lainnya dan menggantinya sendiri, begitupun ketika sebelah matanya copot, dia mencari ditumpukan koleksinya sebuah mata Wall-E dan memasangnya sendiri…. ckckck … hebat yah.

Oh ya, Wall-E juga punya hoby nonton film tua loh. Khususnya film percintaan era 70-an, dimana ada tarian, nyanyian dan kisah romantisa sepasang manusia yang saling perpegangan tangan. Di sini, benar-benar terlihat begitu Wall-E merindukan teman, dan saling menggenggam. Sampai suatu ketika….

Saat itu, Wall-E baru saja selesai menjalankan tugasnya, sampai di rumah (mungkin itu tank tua yang dijadikan Wall-E markasnya. Belum juga masuk ke dalam rumah, Wall-E tertarik pada suatu sinar yang bisa berlari kesana-kemari, Wall-E pun mengejarnya, sampai tiba-tiba sinarnya itu bertambah banyak dan mengepungnya. Barulah di sadari bahwa sinar itu berasal dari lampu sebuah pesawat luar angkasa yang akan mendarat tepat di atas Wall-E. Wall-E menggali tanah dan bersembunyi saat pesawat asing itu mendarat. Ternyata pesawat asing itu menurunkan sebuah robot lain. Robot yang benar-benar mempesona Wall-E, robot itu putih mulus dan dapat terbang dengan sangat cepat kesana-kemari. Wall-E yang sudah terpesona, membututi si robot cantik itu … sampai si robot menemukannya dan hampir menembaknya dengan senjata lasernya yang mematikan. Di situlah Wall-E memberanikan diri mengenalkan dirinya, dan si robot cantik pun menyebutkan namanya sebagai EVA.

Saking girangnya telah menemukan teman, Wall-E mengajak EVA ke markasnya, dan menunjukkan koleksi-koleksinya kepada EVA, dari lampu, pemantik korek api, film tuanya, sampai pada sebuah tanaman kecil. EVA sangat histeris melihat tanaman kecil itu, kemudian dengan agresif ia memasukkan tanaman kecil itu ke dalam tubuhnya, dan …. EVA tidak bergerak lagi. Wall-E sangat bingung kenapa EVA tiba-tiba tidak bergerak. Wall-E mencoba menarik perhati EVA lagi dengan lampu, pemantik api sampai filmnya, tetapi EVA tetap tidak bergeming. Wall-E menyeret tubuh EVA ke luar untuk menerima sinar matahari, tapi EVA tetap diam. Siang malam, hujan petir, salju Wall-E tetap menemani EVA di luar. Wall-E menjadi sangat sedih sekali kehilangan EVA, Wall-E menjadi tidak semangat untuk bekerja lagi.

Saat sedang melakukan tugasnya dengan malas dan sedih, tiba-tiba cahaya itu datang lagi. Wall-E melihat pesawat itu datang untuk mengambil EVA. Wall-E lari sekencang-kencangnya sambil memanggil nama EVA. Tetapi EVA sudah dimasukkan ke dalam pesawat. Saat itulah, Wall-E mengambil keputusan cepat, ia akan mengikuti EVA. Wall-E melompat ke pesawat tepat ketika pesawat itu tinggal landas. Wall-E terbawa sampai keluar angkasa dan menuju pesawat induk di galaksi lain.

Singkat cerita, di pesawat induk itulah petualangan Wall-E di mulai. Dia terbirit-birit kesana-kemari berusaha mengejar dan menemukan EVA. Ternyata EVA dibawa ke ruang kontrol untuk bertemu dengan kapten dan menyerahkan tanaman yang ditemukannya di bumi. EVA memang robot yang diciptakan untuk menemukan spesies tanaman hidup di bumi. JIka tanaman hidup telah ditemukan, berarti manusia dapat kembali ke bumi. Dan sang kapten baru mengetahui hal itu. Rupanya setelah 7 abad hidup di kapal luar angkasa, manusia-manusia telah lupa akan bumi dan kehidupan di bumi. Sang kapten pun baru tau seperti apa bentuk bumi, air, tanah, tanaman, makanan, bahkan dansa. Di kapal luar angkasa tersebut, manusia benar-benar dimanja dan dilayani seluruh kebutuhannya oleh para robot, oleh sebab itu manusia menjadi sangat gendut karena tidak pernah bergerak. Bahkan sang kapten pun sangat sulit untuk menegakkan punggungnya ketika ingin mengambil secangkir kopi di mejanya.

Ketika sang kapten, dengan gembira dan semangatnya ingin kembali kebumi, ternyata ada penghianat dari robot. Sang robot tidak ingin manusia kembali kebumi. Maka mulailah usaha-usaha kapten untuk menyabotase ruang kendali, sementara EVA dan Wall-E juga berlomba dengan para robot yang lain untuk memasukkan tanaman bumi ke dalam sebuah ruang identifikasi. JIka tanaman itu positif berasal dari bumi maka dengan otomatis, seluruh kendali pesawat akan menuju ke bumi.

Seruuuu deh filmnya. Walaupun daku nontonnya yang di dubbing Indonesia, tetapi tidak mengurangi mutu filmnya. Karena memang film ini tidak mengandalkan banyak percakapan, tetapi mengandalkan visualisasinya. Yang bercerita disini adalah ekspresi, karakter, gerak dari Wall-E dan EVA. Walaupun tanpa kata, film ini indah sekali.

Kok ya pas yah dengan pengalamanku, saat kehilangan suara kemarin. Ternyata dengan bahasa tubuh pun, orang di sekitar kita bisa mengerti kok, apa yang kita rasakan.

 

Hilangnya Nikmat Suara Agustus 14, 2008

Diarsipkan di bawah: Pengalamanku — ichasweb @ 10:24 am

Sudah 4 hari ini tiba-tiba daku kehilangan suara. Benar-benar hilang, bahkan suara batuk pun yang biasanya guede seperti (maaf) anjing, tiba-tiba jadi samar-samar gonggongannya.

Semua orang bertanya-tanya, kenapa suara daku sampai hilang? bahkan ada ngolokin, ” abis konser dimana non?” …. “deu …. makanya jangan nyinden mulu dooong …” hihihi …

Ada juga nih yang prihatin sampai sibuk kasih saran, “Jeng, obatnya tuh sesendok kecap ditetesin air jeruk nipis.” Maka Saya menjawab, ” Oh gitu yah, mana …. buatin doonng …” …. hehehe ….

Yang paling lucunya adalah ketika di depan kelas, maklum guru modalnya kan suara. Kalo suara abis kaya gini, gimana dooonggg ngajarnya??? Akhinya, papan tulis, spidol dan priwitan yang berbicara. Priwitan fungsinya untuk mengkondisikan anak dan memanggil, sekali priiiiitttttt … anak-anak akan langsung menolehkan wajah ke arah saya, kemudian dengan bahasa bibir yang di pertegas (yah .. itung-itung senam muka lah) dibantu bahasa tangan dan tubuh (body language kaleeee …) aku menginstruksikan tugas-tugas hari itu. Kemudian, dengan bantuan spidol, ku goreskan detil tugas-tugasnya …. begituuuuuu ….

Belakangan, Seorang rekan, yang empati kepada hilangnya suaraku, membawakan daku megaphone … gileeee yaaaah … tapi ternyata triknya jitu punya, suara bisik-bisikku jadi lumayan kedengeran….

Gara-gara suaraku hilang inilah, semua orang jadi rada-rada latah, kalo ada daku semuanya berbicaranya dengan suara mendesah-desah ditambah dengan vocab gerak yang aneh-aneh … maksudnya sih bukannya empati atau prihatin padaku, tapi justru malah ngodain daku semuanya.

Tapi daku menikmati hilangnya suaraku ini. Lebih tepatnya bersyukurlah, itung-itung dosanya jadi berkurang selama 4 hari ini. Kalo biasanya suara daku paling tinggi kalo marah, paling guede kalo ketawa, n paling nyaring kalo teriak, yah … semuanya jadi bisik-bisik. Palingan yang main cuma ekspresi wajah n mata. Itupun banyakan gelinya ngeliat ekspresi anak-anak or lawan bicaraku yang berusaha menginterpretasikan maksud dari olah bibirku yang suka kecepetan, atau desahanku yang ga jelas….. hehehe ….  Yah … minimal lawan bicaraku jadi lebih memperhatikan daku kan kalo daku sedang berbicara.

Ups … tapiiiii jadi rada-rada ngeri juga nih kalo baca artikel berikut :

dr Jamaluddin SpTHT mengatakan, suara parau merupakan gejala yang disebabkan kelainan dari pita suara. Pita suara manusia terdiri atas dua pita. Bila digunakan untuk bicara, maka keduanya akan bergerak merapat dan meregang dari garis tengah. Suara keluar dari bertemunya selaput suara kiri dan kanan.

BANYAK orang yang tiba-tiba merasakan suara parau, malah ada yang tiba-tiba hilang. Jika hal ini terjadi pada seorang penyanyi, jelas sangat mengganggu.  Mengapa suara parau ini bisa terjadi? Apakah itu hanya disebabkan terlalu berlebihan menggunakan suara?

Bila terjadi kelumpuhan pada satu atau kedua pita suara itu, maka kemampuan merapat ke garis tengah akan berkurang. Akibatnya, hal tersebut bisa menimbulkan suara parau.

Padahal, untuk bisa bersuara nyaring (normal), diperlukan beberapa syarat. Pertama, pita suara mampu bergerak ke arah tengah, lalu pita itu mampu merapat di garis tengah tersebut. Sehingga, bila ada udara dari paru-paru yang dihembuskan ke arah pita suara, pita itu akan bergerak dan membentuk suara.

Suara parau disebabkan banyak hal. Itu mulai dari kelainan congenital, peradangan, nodul (polip) pita suara, keratosis laring hingga tumor laring. Namun yang paling banyak dijumpai adalah peradangan, tumor dan nodul atau polip.

Peradangan yang menyebabkan suara parau ini terbagi dua, akut dan kronis. Peradangan akut bisa merupakan kelanjutan dari commond cold (flu). Penyebabnya bisa karena bakteri atau virus. Kalau terjadi pada anak, peradangan akut ini perlu diwaspadai, sebab bisa terjadi sumbatan laring sehingga menyebabkan si anak menjadi sesak nafas. Sebab, ukuran laring pada anak relatif lebih kecil. Sehingga, kalau pada orang dewasa, sumbatan yang terjadi tak akan secepat pada anak.

Gejala awalnya bisa berupa demam dan lesu terkadang disertai dengan batuk kering atau berdahak. Kemudian, suara menjadi parau bahkan bisa sampai tak bersuara sama sekali. Biasanya peradangan akut ini terjadi dalam waktu dua minggu.

Sedangkan kalau peradangan kronis, biasanya suara serak dialami lebih dari dua minggu. Penyebab peradangan kronis ini cukup banyak. Tetapi yang paling sering adalah penyakit TBC, kuman lepra, dan penyakit kelamin.

Untuk  vokal nodul, yakni suara parau yang disebabkan penyalahgunaan suara dalam waktu lama. Misalnya berteriak, berbicara dengan suara keras. Kondisi ini sering dialami seorang guru atau penyanyi.


Ketika diperiksa, pada pita suara penderitanya akan tampak ada benjolan kecil di kedua pita suara sebesar kacang hijau yang berwarna hijau atau keputihan. Letaknya bisa akan di depan atau di tengah pita suara.

Apabila dalam waktu dua minggu suara parau tidak juga sembuh, bahkan malah suara  menjadi hilang sama sekali, maka harus waspada. Sebab, bisa saja ada tumor ganas. Hal ini harus segera dideteksi untuk menghindari menjalarnya sel kanker. Terutama jika tumor tersebut termasuk yang ganas.(*)

Untuk mengetahui apa itu polip pita suara (tumor jinak pada pita suara ) clik aja di sini

Kalau membaca dari artike di atas sih, naga-naganya gejala yang daku derita ini termasuk peradangan akut. Karena daku memang batuk berdahak selama suara hilang ini. Mudah-mudahan aja, suara daku kembali seperti semula sebelum dua minggu. Hari ini sih sudah lumayan bisa kedengaran, ga mesti terlalu bisik-bisik lagi.  Ah … ada-ada saja penyakit yang daku derita ini.

Sumber :

http://www.jambi-independent.co.id/home/modules.php?name=News&file=article&sid=2615

 

Red Cliff VS The Dark Knight Agustus 4, 2008

Diarsipkan di bawah: Film — ichasweb @ 1:22 pm

 vs

Akhir pekan kemarin sabtu-minggu, aku sama suami gila-gilaan nonton fim di bioskop. Ga tau kenapa, pokoknya lagi ngerasi bad mood aja di rumah dan seabrek kegiatan di hari-hari sebelumnya, kaya butuh pengalihan nih. Akhirnya kami memutuskan untuk nonton, entah sudah berapa lama kami tak menginjak gedung bioskop.

Sebetulnya, kami bingung mau nonton apa. Ketika melihat posternya, pilihan jatuh kepada film besutan Red Cliff atau sekuel Batman terbaru The Dark Knight. Karena the dark knight baru diputar 1 jam lagi,maka kami memilih red cliff yang tinggal 10 menit lagi tayang.

Ternyata ga nyesel milih nonton Red Cliff (Karang Merah). 2,5 jam ga kerasa saking serunya. Malahan ketika filmnya habis, para penonton seperti terpaku di tempat, ga percaya filmnya sudah selesai. Ceritanya menarik, dan visualisasinya juga indah. Jhon Woo memang selalu memanjakan penonton dengan film-film yang indah dari sisi cerita maupun efek dramatisnya. Unsur kejutannya juga banyak. Strategi perangnya yahud punya, tokoh-tokohnya keren aksinya, karakternya juga unik. Yang paling mengejutkan ketika cerita yang kita pikir lagi seru-serunya harus terpotong dengan tulisan …. to be continue …. betul-betul bikin kaget, soalnya kita sudah mempersiapkan diri melihat kelanjutan cerita yang seru, eh tau-tau kok finish. Ternyata Red Cliff memang direncanakan untuk dijadikan sekuel/bersambung. Sumpah menasaran banget sama kisah selanjutnya.

Hari Minggu siang, aku dan suami kembali menyambangi bioskop yang sama. Kali ini penasaran mau liat aksinya Batman, apalagi membaca banyak komentar dari pemerhati film kalo aksi Batman kali ini bener-bener ciamik. Lah … ga boong tuh … beneran, Batman yang asli besutan Hollywood memang memabukkan, bikin deg-degan, seru ga boringin. Walaupun dari sisi visualisi berbeda dengan Red Cliff tapi ga kalah hebatnya.

Red Cliff film sejarah rakyat China, sedangkan Batman film fiksi rakyat Amerika. Red Cliff mengandalkan kecerdikan dan kekuatan badan, Batman juga membutuhkan strategi jitu dibantu dengan peralatan canggih. Dua-duanya mempesona …. Cuma … Batman berakhir dengan indah, ga gantung dan ga bikin penasaran.

 

For Better For Worse Agustus 4, 2008

Diarsipkan di bawah: Buku Bacaan — ichasweb @ 1:40 am

Baru tau deh, kenapa banyak lelaki berselingkuh tetapi tidak menceraikan istrinya. Dalam kisah for better for worse yang kalau di translate ke bahasa Indonesia bisa jadi artinya dalam suka dan duka ini, tokoh Damien menggambarkannya. Setelah berselingkuh dan memutuskan meninggalkan istrinya, Damien baru menyadari betapa dia membutuhkan seorang istri yang manis di rumah. Tetapi karena gagal membujuk Josie (Istri Damien) untuk kembali rujuk, Damien mulai berpikir untuk memiliki 2 wanita dalam hidupnya. 1 wanita ditinggal di rumah sebagai istri sah yang manis, menyediakan cinta, mengurus rumah tangga dan menyediakan kemeja yang bersih. Sedangkan wanita lainnya dibutuhkan untuk petualangan seks yang seru. Lelaki adalah makhluk kejam yang egois. Sungguh terlalu ….

Di sisi lain, Josie sebagai tokoh utama dalam novel ini adalah seorang istri idaman, cantik, cerdas, pandai mengurus rumah tangga dan paling penting Josie adalah penganut monogami yang setia. Josie hancur setelah di tinggal kan oleh Damien kepelukan sekretarisnya yang seksi. Setelah 6 bulan perpisahan dan perceraian sudah tak terelakkan, Josie mulai menata kembali hidupnya dan bersiap memasuki masa lajang kembali. Di sisi lain, Damien mulai jenuh dengan Melanie (selingkuhannya) dan ingin kembali kepada Josie. Hati Josie sudah tertutup rapat untuk Damien, walaupun Damien berusaha mengerahkan seluruh pesona dan kekayaannya untuk mendapatkan Josie kembali.

Percaya ga dengan ungkapan love at first sight? Waktu lajang dulu aku pernah mengalaminya, bahkan lelaki yang ku nikahi pun karena aku mengalami love at first sight ini. Josiepun mengalami hal yang sama. Dia jatuh cinta dengan seorang lelaki yang berprofesi sebagai jurnalis musik rock (Matt Jarvis) yang kebetulan duduk sejejer dengan Josie dalam penerbangan menuju New York. Kebetulan Matt dan Josie mengalami masalah yang sama, pernikahan mereka berantakan karena pasangan mereka berselingkuh. Parahnya lagi, Matt memergoki dengan mata dan kepalanya sendiri, ketika istrinya sedang bercinta dengan lelaki lain diranjang pengantin mereka. Padahal lelaki itu jauh lebih jelek dibandingkan dengan Matt yang tampan dan keren (menurut Josie). Setelah sampai di bandara JFK, mereka berjanji untuk bertemu kembali 1,5 jam kedepan untuk jalan-jalan ke patung Liberti. Tak di sangka, perjalanan melelahkan memanjat patung Liberti menuai benih-benih cinta di hati mereka. Janjipun di teruskan dengan makan malam di sebuah restoran meksiko. Tapi sayang, Matt terlambat datang sedangkan Josie sudah 1,5 jam menungguh. Maka petualangan Matt mengejar cinta Josie yang serupun di mulai, dari mencari 1 hotel tempat resepsi Marta (sepupu Josie) dari sekitar 400.000 hotel yang tersebar di seluruh New York sampai harus berkelahi dengan grup band yang semula akan menjadi narasumber artikelnya bahkan ternyata nasib mempertemukan Matt dengan Damien dan sempat pula merasakan bogem mentahnya.

Setelah hampir putus asa mencari dan mengejar bayangan Josie -terakhir Matt dilempari buah-buahan oleh Holly sang manajer band yang tidak terima dengan perlakuannya- Matt berjalan dengan gontai menuruti langkah kakinya. Ternyata langkah kakinya menuju ke Central Park, Matt terduduk lesu di sebuah bangku taman. Tak disangka, ternyata Josiepun sedang menggayuh sepeda ke tempat yang sama. Di sinilah takdir menyatukan mereka. Akhirnya mereka bertemu ditempat yang tidak disangka-sangka, padahal sebelumnya Matt hampir mengelilingi New York untuk menemukan Josie. Hahahaha  …. ternyata … jadi inget pesen nenek …. jodoh takkan lari walau di kejar … tinggal menanti aja waktu yang tepat untuk bertemu kembali ….

Yah … jadi inget bapak, semoga bapak menyesali seluruh perbuatannya dan berjuang keras untuk mendapatkan cinta mamah kembali, tapi sekali lagi karena cinta bukan karena ego.

Aku juga jadi inget pertemuan pertamaku dengan suami. Dia lelaki biasa berperawakan kecil dan kurus yang dimataku jadi tampan ketika melihatnya mengenakan koko biru dan menjijing laptop dengan senyum serta gaya berjalannya yang khas. Aku hanya bisa melongo menatap karismanya. Sumpah ku kejar dia sampai ku dapat …. hahahaha …

 

Anak Memprovokasi Ortu untuk Berpisah Agustus 1, 2008

Diarsipkan di bawah: Isi Hatiku — ichasweb @ 3:03 am

Kaget, mengerutkan jidat or beristigfar setelah membaca judul di atas?

Jujur, saat ini saya sudah memerankannya. Dan rasanya …. semula lega, karena tujuan tercapai (memisahkan mereka) tapi kemudian … rasanya ada yang tak nyaman di hati.

Mau menjudge saya sebagai anak durhaka? terserah, toh saya punya banyak alasan untuk melakukannya. Saya harus memisahkan mamah dari cengkraman bapak. Mamah sama halnya juga dengan saya, seorang wanita yang menderita dalam cengkraman arogansi dan kecemburuan buta dari seorang bapak. Hidup seperti itu sungguh-sungguh membuat gila dan merusak mental.

Mengingat bapak, sedikit sekali saya dapat menceritakan kebaikannya. Kalo mau di list dosa dan kejelekannya dengan mudah dapat saya beberkan secara lisan maupun tulisan. ckckck … begitu buruk ya seorang bapak dimata saya.

Bapak, saat ini berumur 54 tahun, menikah selama 28 tahun dengan seorang wanita. Wanita itu adalah mamah saya, selama pernikahan beliau selalu dihantui oleh rasa cemburu buta suaminya. Bapak seorang yang posesif, tidak bisa melihat mamah berhubungan dengan seorang laki-laki manapun. Tak pandang bulu, apakah laki-laki itu seorang kakek-kakek ataupun seorang teman adeku, semuanya di curigai dan dicemburui. Sedangkan mamah seorang yang ramah, tentunya tak salah apabila beliau menjawab salam atau teguran bahkan mengobrol singkat dengan seorang lelaki tetangganya, teman suaminya, ataupun teman anaknya, tapi sayang keramahan mamah malah membuat bapak murka, gelap mata dan menuduh mamah main mata sampai berzinah … naudzubillahi min dzalik.

Mamah, awalnya sangat bersabar menghadapi ke-posesifan bapak, tetapi lama-kelamaan cemburu buta bapak merubahnya menjadi seorang yang tidak peka, tidak perduli dengan lingkungan dan sangat ketakutan. Mamah pernah bilang, hidupnya seperti dalam botol tidak bebas dan sangat menderita akibat kecurigaan tidak mendasar dari bapak.

Suatu ketika, ditengah cemburu butanya (lagi-lagi tidak berdasar, tidak ada saksi dan bukti) bapak menantang mamah untuk melakukan sumpah menduduki Al-Qur’an. Demi membuktikan tuduhan-tuduhan bapak yang tidak benar dan menunjukkan bahwa mamah tidak bersalah, mamah menyetujui untuk bersumpah menduduki Al-Qur’an, itu berlangsung ketika sama masih duduk di bangku SD. Ternyata, bapak tidak semudah itu percaya dan menghilangkan negatif thinkingnya sama mamah, justur bapak masih merasa kejanggalan dan berdo’a agar ditunjukkan tanda kalau mamah memang bersalah. Menurut bapak, tanda itu ada dan jelas, yaitu berupa parut (luka-luka) di perut mamah yang tidak bisa hilang. Padahal luka-luka itu akibat dari alergi makanan tertentu. Tapi menurut bapak lain lagi, itu adalah tanda dari dosa-dosa mama telah mengkhianati bapak.

Yah, itu dia penyakit bapak. Hebatnya lagi setiap kali bertengkar, bapak selalu menjabarkan ‘dosa-dosa’ mamah sejak dari awal pernikahan mereka. Bayangkan, sudah ratusan kali bapak mencemburui, mencurigai dan berprasangka buruk sama mamah, dan sebanyak itulah yang bapak ungkit ketika mereka bertengkar.

Tidak hanya itu masalah bapak. Bapak pernah melakukan pelecehan seksual terhadap ……ku. Beneran, itu terjadi sejak saya berusia 12 tahun hingga usia saya 23 tahun. Tak terbayangkan ketakutan saya saat itu. Yang bisa saya lakukan hanya berdo’a bapak segera insyaf dan saya segera hengkang dari rumah. Rumah itu tidak pernah menjadi surga tapi neraka bagiku bagi mamah juga. Bapak seorang yang zholim dimata kami. Mamah di tindas dengan rasa cemburu buta, kekasaran verbal dan ringan tangannya (main pukul dan tendang maksudnya). Sedangkan say dilecehkan, dikasari secara verbal dan perbuatan juga.

Apakah aku dendam? Jujur, setelah akhirnya saya bisa pergi dari rumah itu dibawa sama suami (karna pernikahan resmi bukan kawin lari loh) saya sudah bertekad akan mengubur seluruh memori kelam dalam hidup saya, termasuk memaafkan dan melupakan perbuatan bapak. Saya bersikap normal layaknya anak kepada orang tuanya. Dan hubungan kami juga membaik, tapi sayang hubungan bapak dan mamah malah semakin mengenaskan setelah pernikahan saya. Mereka semakin sering bertengkar, apalagi bapak sudah tidak mempunyai pekerjaan tetap dan bapak bukan tipe orang yang giat bekerja dan bertanggungjawab menafkahi keluarga. Akhirnya untuk urusan ekonomi menjadi tanggungan 3 anaknya yang sudah bekerja. Sebagai puncaknya, mereka diminta keluar dari rumah yang telah dikontrak selama 5 tahun ini. Berat yah …

Alhamdulillah, adeku yang nomor dua mengambil rumah BTN di Cileungsi dengan fasilitas dan jaminan dari kantornya. Akhirnya, setelah menunggu selama 2 bulan selama proses pembangunan dan rumah sudah jadi, kami pindah dengan segera walaupun akhirnya masalah-masalah lain membuntuti karena rumah dari BTN ini perlu beberapa renovasi, ditambah listrik juga belum nyambung.

Kini, sebulan setelah pindah kecileungsi, hubungan mamah dan bapak semakin buruk. Aku dan ade-adeku ketakutan dan khawatir dengan keadaan mamah. Disana mamah tinggal jauh dari anak-anaknya. Aku di cibubur, adeku yang no dua di ujung menteng, yang no tiga selalu pulang malam karena kerjanya di depok dan selalu dapat sift sore, yang tinggal hanya di bungsu yang masih bocah, tidak akan bisa membela mamah kalo bapak lagi kalap.

Dan .. bener aja, selasa 27 juli 2008 kemaren, akhirnya apa yang aku takutkan terjadi. Mereka bertengkar hebat dan saling memukul, untuk adeku yang no tiga ada di rumah dan sedang sakit cacar tapi tetep bangun untuk melerai. Mamah telpon ke kantor ketika aku sedang pimpin rapat. Sorenya ketika buka pintu rumah, bapak sudah menungguh. Bapak menceritakan kejadian pagi itu dan menceritakan “dugaan-dugaannya” tentang perilaku mamah yang bejat, suka nyeleweng dan berzinah. Maksudnya untuk meminta pengertian, dukungan dan agar aku tidak menyalahkan bapak atas sikap kasarnya selama ini. Karena sikap kasar itu didasari oleh rasa sakit hati akibat dikhianati oleh mamah, begitu kata bapak. Hem … lucu sekali bapak ini, aku ini bukan baru mengenalnya sebagai bapak, aku sudah hidup selama 28 tahun bersamanya dan sudah bisa melihat jelas permasalahan yang ada. Dalam curhatnya, bapak merasa tidak bersalah, dan menuding mamah menjadi biang keladi segala perilaku menyimpang bapak. Gara-gara merasa kecewa telah dikhianati oleh mamah, makanya bapak melakukan melecehkan aku, berjudi, mabok sampai kasar sama keluarganya, begitu kata bapak. ckckck … aku berhadapan dengan anak kecil yang berumur 54 tahun rupanya. Mendengar curhatan bapak, aku semakin mengerti, bapak punya masalah kejiwaan berat. Rasa cemburu dan posesifnya terhadap mamah di atas batas wajar, dendamnya selama puluhan tahun yang tidak bisa di lupakan juga tidak normal. Terus terang, saat itu, aku melihat bapak bukan dengan rasa sayang, tapi lebih kepada rasa kasihan, kasihan dengan masalah pribadinya yang tidak bisa dia selesaikan sendiri selama puluhan tahun. Terlebih aku kasihan karena aku bertekad harus menyelamatkan mamah dari bapak.

Maka terjadilah pertemuan itu, pada hari Rabu, 30 Juli 2008. Aku sampai jam 13.00 di cileungsi, di sana mamah dan ade-adeku sudah menungguh. Dalam diskusi kami, aku yang paling banyak bersuara, karena aku merasa paling tua, dan memang sifatku yang agresif membuatku dominan. Adeku yang nomor dua belum apa-apa sudah menangis sesenggukan. Saat itu, mamah sudah memutuskan untuk berpisah. Dan aku mendukungnya.

Bapak sampai di rumah jam 16.30 (setelah bertengkar, bapak kabur ke jakarta kerumah sahabatny). Dan kami duduk melingkar di rumah tamu tepat pukul 18.30. Semuanya lengkap ada, sampai yasmin sikecil terpaksa harus ikut mendengarkan kenyataan pahit ini. Adeku yang nomor tiga berbaring di kamar karena masih dipenuhi oleh cacarnya. Yang membuka pembicaraan adalah mamah (tentu saja itu atas doronganku). Mamah mengutarakan isi hatinya untuk minta dicerai. Kemudian, bapak gantian berbicara. Bapak kembali merinci setiap kesalahan dan penghianatan mamah sejak awal pernikahan mereka. Selama 3 jam ke depan, kami hanya saling menjatuhkan, memojokkan, meluapkan emosi serta saling menyalahkan. Bapak sempat beberapa keluar, untuk menenangkan diri, karena terus menerus dipojokkan olehku. Aku bener-bener emosi dan meledak-ledak malam itu. Kalo ini adalah sebuah acara debat kandidat, boleh dibilang peranku adalah moderator yang memprovokasi pembicaraan ke arah yang aku inginkan. Ketika akhirnya bapak bilang masih bisa meneruskan berumah tangga dengan mamah, aku kembali berteriak, tidak bisa terjadi, karena masalah khusialnya yaitu kepercayaan dan komunikasi belum ada komitmen untuk saling memperbaiki dan belajar. Bapak mengajukan persyaratan jika ingin bersama, mamah tidak boleh berhubungan dengan lelaki manapun. Itu bukan indikasi sebuah kepercayaan bukan? Kemudian, untuk komunikasi, menyelesaikan masalah ini saja harus melalui kami anak-anaknya, bukannya ngomong dari hati ke hati berdua dengan mamah.

Akhirnya tepat pukul 21.00 WIB mamah memberanikan diri mengatakan,” Maaf, saya tidak kuat lagi untuk bersama, saya takut. Saya ingin kita berpisah dan setuju untuk pergi dari rumah ini.” Horeeee … akhirnya, mama bisa juga bersikap tegas atas nasibnya. Rasanya lega tapi sedih juga. Aku liat bapak shock mendengarnya. Bapak langsung menunduk, setelah beberapa lama baru bisa berkata menerima tuntutan mamah. Kemudian dia meminta sibungsu untuk mendekat, bapak memeluknya sambil meminta maaf dan berjanji akan datang menjenguknya. Saat itulah, haru itu datang menyeruak dan menyelubungi kami. Belum pernah terjadi kami sekeluarga menangis bersama-sama, terlebih karena ini tangis pilu diambang perpisahan, semoga bukan diambang kehancuran.

Di sela-sela tangisnya, mamah dan bapak meminta maaf kepada kami anak-anaknya karena telah gagal membina rumah tangga dan harus mengorbankan anak-anak, kami pun sebagai anak meminta maaf kepada mereka, terutama aku yang sejak awal dengan agresif melancarkan agresi penyudutan dan pemojokkan kepada bapak. Kemudian, sambil memeluk si bungsu, bapak memutuskan hanya dia saja yang pergi dari rumah, sedangkan mama dan si bungsu tetap di cileungsi. Bapak tidak tega melihat si bungsu harus pindah-pindah tempat dan sekolahnya akan kacau. Akhirnya …. keluar juga bijaknya.

Yah … begitulah …. setengah jam kemudian aku dan suamiku pamit pulang. Besoknya aku telpon mamah untuk tau kabarnya hari itu. Bapak sudah menuntaskan tugas terakhirnya sebagai kepala keluarga, masalah mesin air sudah beres. Kemudian, diantara oleh ade yang nomor 2 bapak ke jakarta ketempat sahabatnya kemudian baru akan kebandung kerumah orang tuanya.

Lega, sedih, pilu, getir, khawatir, cemas, masih melanda di hati ini. Masalah ini bukan sebuah akhir tapi awal dari cerita baru. Aku ga tau apa yang akan terjadi kedepannya. Terus terang aku mengkhawatirkan bapak, dia sendiri sekarang, tidak ada istri dan anak, ga ada lagi yang urus dia. Aku khawatir dia akan jatuh sakit …. atau aku cemas dia masih menyimpan dendam dan melakukan suatu kenekatan … ah …. aku pasrah deh, aku serahkan segalanya sama Alloh …..